Kekuatan Super Ubur-ubur Abadi
Ubur-ubur abadi mengaktifkan kekuatan super saat bertemu predator, memungkinkannya kembali ke bentuk kista, kemudian membentuk polip yang melekat pada dasar laut.
Ketika ancaman sudah hilang, makhluk ini mulai kembali ke jalan menuju kematangan. Karena itu, ia dapat memperbaiki kerusakan genetik dan kembali ke tahap pengembangan sebelumnya. Bahkan setelah mencapai kedewasaan seksual, ubur-ubur abadi dapat berubah kembali menjadi larva.
Menurut peneliti yang memeriksa genomnya, ubur-ubur abadi ini berbeda dari ubur-ubur lain. Ubur-ubur abadi menjadi satu-satunya yang mempertahankan potensi peremajaan tinggi hingga 100 persen pada tahap pasca reproduksi, mencapai keabadian biologis.
Ubur-ubur Pasifik yang Spesial
Namun, perbaikan DNA bukanlah satu-satunya strategi umur panjang yang bisa dipelajari manusia dari hewan. Menurut penelitian baru yang diterbitkan bulan lalu, ubur-ubur kecil di Pasifik termasuk dalam kelompok spesial hewan yang dapat menumbuhkan kembali bagian tubuh yang hilang. Para ilmuwan tahu persis bagaimana ubur-ubur tersebut melakukannya.
Cladonema pacificum, nama Latin ubur-ubur tersebut, berukuran sekuku jari manusia. Bentuknya begitu sederhana, sehingga tidak memiliki nama umum. Ubur-ubur ini akan menumbuhkan kembali tentakel yang hilang dalam waktu tiga hari.
Para peneliti dari Universitas Tohoku dan Universitas Tokyo berusaha menemukan apa yang sebenarnya terjadi dengan sel-sel dalam tentakel ubur-ubur saat ia meregenerasi diri.
Tim menemukan sel-sel normal pada tentakel di lokasi cedera dibantu oleh sel punca yang secara khusus berevolusi untuk memperbaiki anggota tubuh. Bersama-sama, kedua sel punca ini tumbuh menjadi anggota tubuh baru dari batang yang hilang.
Ilmuwan mengatakan sel-sel luar biasa ini mungkin menjadi kunci untuk membuka kemampuan regeneratif manusia. Hal ini sangat berguna untuk penelitian anti penuaan dan umur panjang.



