Ilmuwan Temukan Sakelar Hidup-Mati Tubuh

SiarKota.Com | Artikel Ilmiah—Sebuah tim peneliti dari Universitas Negeri Georgia berhasil mengidentifikasi sekelompok neuron baru yang dapat mengendalikan sumbu otak-jantung-usus.

Neuron ini bisa diaktifkan untuk memicu kondisi hipometabolik yang menyerupai hibernasi. Penemuan ini berpotensi memberikan dampak besar pada berbagai bidang ilmiah, mulai dari obesitas hingga kesehatan kardiometabolik dan bahkan perjalanan luar angkasa.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Nature Metabolism.

Penelitian ini dipimpin Eric Krause, Guru Besar Ilmu Saraf dan Peneliti Terhormat Aliansi Penelitian Georgia (APG) di Universitas Negeri Georgia. Krause bekerja sama dengan peneliti dari Universitas Florida dan Pusat Pengetahuan Kimia Monell di Philadelphia.

“Kami mengidentifikasi populasi neuron yang terletak di dekat dasar tengkorak yang meneruskan sensasi dari usus dan jantung ke otak. Ketika diaktifkan, neuron-neuron ini menciptakan sensasi kenyang atau peningkatan tekanan darah,” jelas Krause. “Aktivasi neuron ini menekan nafsu makan dan menurunkan tekanan darah, detak jantung, dan metabolisme seluruh tubuh.”

Selama penelitian, tim menemukan bahwa menembakkan neuron ini secara simultan dan berulang pada tikus menghasilkan keadaan mirip torpor, seperti yang terjadi pada hewan hibernasi, ditandai dengan penurunan detak jantung, suhu tubuh, dan pengeluaran energi.

“Kami menemukan bahwa eksitasi berulang pada neuron ini menurunkan massa tubuh dan menghasilkan keadaan hipometabolik tanpa memicu perilaku kecemasan yang sering terjadi pada stres kronis,” tambah Krause. “Ini mengubah pemahaman kita tentang komunikasi tubuh-ke-otak dan dampaknya pada fisiologi dan perilaku.”

Para peneliti menggunakan eksitasi kemogenetik untuk mengaktifkan populasi neuron ini. Dengan memanipulasi sinyal oksitosin pada neuron sensorik vagal dalam model hewan, mereka menilai dampaknya pada berbagai fungsi sensorik.

Oksitosin, yang dikenal sebagai hormon cinta, mengatur bagaimana kita merespons orang lain. Krause mengatakan temuan ini menunjukkan bahwa oksitosin juga dapat memengaruhi neuron ini untuk mengatur perasaan kita terhadap diri sendiri, mirip dengan “firasat” atau “sakit hati”.

Aktivasi neuron ini dapat dimanfaatkan sebagai terapi untuk menurunkan berat badan tanpa hipometabolisme berkepanjangan atau efek samping stres. Para peneliti juga percaya bahwa penemuan ini dapat mengarah pada pengembangan pengobatan penyakit kardiometabolik dan memperpanjang umur. Torpor juga dieksplorasi untuk berbagai aplikasi, seperti terapi biomedis dan memperlambat metabolisme astronot dalam perjalanan luar angkasa jangka panjang.

Guillaume de Lartigue, peneliti di Pusat Pengetahuan Kimia Monell dan salah satu penulis makalah, menyebut penemuan ini sebagai langkah menarik dalam membuka potensi terapeutik saraf vagus.

“Kami telah menemukan cara untuk menghemat energi tubuh. Dengan mengaktifkan neuron ini, kita bisa memicu mekanisme bertahan hidup purba pada mamalia,” ujar de Lartigue. “Jika kita bisa mengontrol sakelar hidup/mati tubuh untuk penggunaan energi, dampaknya bagi kesehatan manusia akan sangat luar biasa.”

Annette de Kloet, Guru Besar Ilmu Saraf di Universitas Negeri Georgia, mengatakan bahwa penelitian ini menyoroti pendekatan baru untuk mengurangi asupan makanan, berat badan, dan tekanan darah tanpa efek samping ansiogenik.

“Penemuan ini bisa mengarah pada cara baru memanfaatkan komunikasi tubuh-otak untuk mengatasi penyakit kardiometabolik yang disebabkan stres, seperti obesitas dan hipertensi.” 

IKLAN BAWAH

spot_img

SIAR IKLAN

Layanan IklanPresiden Suharto

SIAR TERKENAL

SIAR TERKAIT