Mikroplastik: Berkorelasi dengan Penyakit Kardiovaskular

SiarKota.Com | Kisah Ilmiah—Bayangkan jika setiap hari, tanpa kita menyadarinya, kita menelan atau menghirup partikel plastik. Kedengarannya tidak masuk akal, bukan? Namun, faktanya, mikroplastik—potongan plastik berukuran sangat kecil—telah menyebar luas di sekitar kita. Mikroplastik ditemukan dalam air minum, makanan, dan bahkan udara yang kita hirup.

Penelitian terbaru yang dipresentasikan dalam American College of Cardiology (ACC.25) menunjukkan bahwa semakin tinggi paparan mikroplastik, semakin besar risiko seseorang mengalami penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan stroke.

“Awalnya, kami tidak menyangka bahwa mikroplastik bisa menjadi salah satu dari sepuluh faktor utama yang berpengaruh terhadap penyakit kronis,” ujar Sai Rahul Ponnana, seorang ilmuwan dari Case Western Reserve School of Medicine.

Jadi, seberapa besar ancaman mikroplastik ini sebenarnya?

Asal-usul Mikroplastik

Mikroplastik adalah fragmen plastik yang berukuran antara 1 nanometer hingga 5 milimeter, yang berasal dari proses pelapukan plastik yang lebih besar. Sumber utama mikroplastik di lingkungan meliputi:

  1. Kemasan makanan dan minuman – Botol plastik dan wadah makanan dapat melepaskan partikel mikroplastik seiring waktu.

  2. Produk sehari-hari – Baju berbahan sintetis, kosmetik, dan deterjen sering kali mengandung mikroplastik.

  3. Polusi udara – Mikroplastik yang berasal dari sampah plastik dapat terbawa oleh angin dan masuk ke dalam sistem pernapasan manusia.

Singkatnya, mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, minuman, dan udara yang kita hirup.

Dalam penelitian ini, para peneliti menganalisis kadar mikroplastik di berbagai wilayah di Amerika Serikat, terutama di daerah pantai dan sekitar danau. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat polusi mikroplastik di suatu daerah, semakin tinggi pula angka penderita penyakit kronis di wilayah tersebut.

Hubungan Mikroplastik dan Penyakit Kardiovaskular

Para ilmuwan membandingkan kadar mikroplastik dengan jumlah kasus penyakit kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, stroke, dan kanker di berbagai daerah. Hasilnya menunjukkan bahwa:

  1. Paparan mikroplastik berkorelasi dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, dan stroke.

  2. Paparan mikroplastik dan kanker tidak berkorelasi secara konsisten.

  3. Daerah dengan tingkat mikroplastik yang lebih tinggi memiliki angka kejadian penyakit kronis yang lebih tinggi.

“Kami tidak mengatakan bahwa mikroplastik secara langsung menyebabkan penyakit ini,” jelas Ponnana. “Namun, kita tidak bisa mengabaikan hubungannya.”

Dengan kata lain, mikroplastik dapat menjadi ancaman tersembunyi yang berdampak pada kesehatan manusia dalam jangka panjang.

Bisakah Menghindari Mikroplastik?

Mengingat mikroplastik sudah tersebar luas di lingkungan, hampir mustahil untuk menghindarinya sepenuhnya. Namun, ada beberapa langkah untuk mengurangi paparan mikroplastik, antara lain:

  1. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai – Gunakan botol minum dan tas belanja non plastik.

  2. Menghindari makanan dan minuman kemasan plastik – Plastik dapat melepaskan partikel kecil ke dalam makanan dan minuman.

  3. Menjaga kebersihan lingkungan – Sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik dapat terurai menjadi mikroplastik dan mencemari lingkungan.

“Lingkungan kita sangat memengaruhi kesehatan,” tambah Ponnana. “Jika ingin hidup lebih sehat, kita juga harus menjaga lingkungan kita.”

IKLAN BAWAH

spot_img

SIAR IKLAN

Layanan IklanPresiden Suharto

SIAR TERKENAL

SIAR TERKAIT