Pendanaan Berturut-turut dan Lahirnya “Mannennungeng”
SiarKota.Com | Pendidikan—Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin kembali menorehkan prestasi. Mereka berhasil meraih pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2026.
Keberhasilan meraih dana menjadi pencapaian ketiga secara berturut-turut sejak tahun 2024. Melalui skema pendanaan Ormawa, UKM KPI meluncurkan sebuah program unggulan.
Program unggulan mahasiswa bernama “Mannennungeng: Smart Hydro Loop“. Tujuan utama program pengabdian adalah mewujudkan pertanian cerdas dan berkelanjutan di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone.
Filosofi Keberlanjutan dari Akar Rumput
Kata “Mannennungeng” berasal dari bahasa Bugis. Kata daerah bermakna keberlanjutan. Filosofi nama Mannennungeng bukan sekadar tempelan semata.
Pemilihan nama muncul dari hasil diskusi panjang antara mahasiswa, pemerintah desa, and warga setempat. Tim mahasiswa menggunakan pendekatan partisipatif dalam merancang kegiatan.
Oleh karena itu, program pengabdian lahir langsung dari akar persoalan petani setempat. Program pertanian mahasiswa bukan sekadar proyek yang turun dari atas.
Solusi Konkret Berbasis Teknologi
Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026 Fadel Muhammad S. memaparkan berbagai manfaat konkret dari sistem Smart Hydro Loop.
“Teknologi irigasi presisi berbasis Internet of Things (IoT) mampu menghemat air hingga 25 persen,” ujar Fadel.
Fadel juga menjelaskan soal pemanfaatan limbah kepada para petani. “Pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik dapat menekan penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen,” tambahnya.
Dampak sistem irigasi sangat signifikan bagi petani. “Produktivitas padi melonjak dari 3 ton menjadi 5 ton per hektare. Penerapan sistem irigasi juga memperbaiki kualitas tanah dari pH masam pada angka 5,0 hingga 5,5 menjadi pH stabil pada angka 5,5 hingga 6,5,” tegas Fadel.
Pemberdayaan Masyarakat dan Keselarasan Kebijakan
Dosen pendamping tim, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., menekankan fokus utama kegiatan lapangan. Adnan menyatakan bahwa pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas utama.
“Program kami berfokus pada pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar penerapan teknologi,” ungkap Adnan.
Tim mahasiswa telah membentuk sebuah kelompok sasaran. Kelompok binaan terdiri atas 25 petani dan peternak. Mereka berasal dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sipurio Sipurennu.
Para petani dan peternak binaan akan mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan dari mahasiswa.
Dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Program Mannennungeng sangat selaras dengan berbagai kebijakan strategis. Program pertanian mendukung Asta Cita poin kedua mengenai swasembada pangan.
Selain itu, program Mannennungeng mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Kajaolaliddong 2023–2028. Dokumen RPJMDes memang menjadikan kemajuan sektor pertanian sebagai salah satu misi utama.
Program mahasiswa KPI Unhas juga sejalan dengan tiga poin Sustainable Development Goals (SDGs). Ketiga poin SDGs meliputi tanpa kelaparan (poin 2), inovasi dan infrastruktur (poin 9), serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (poin 12).
Jadwal Pelaksanaan dan Harapan ke Depan
Pelaksanaan program di lapangan akan berlangsung selama empat bulan. Kegiatan pengabdian dijadwalkan mulai dari bulan Juni hingga September 2026.
Rangkaian kegiatan meliputi pelatihan teknis, pendampingan intensif, hingga lokakarya pemaparan hasil.
UKM KPI Unhas memiliki harapan besar terhadap inisiatif inovasi desa. Mahasiswa berharap program edukasi dapat menjadi model pertanian cerdas.
Harapannya, model pertanian cerdas kelak dapat direplikasi di berbagai daerah lain. Pada saat yang sama, program pengabdian mahasiswa memperkuat peran anak muda sebagai agen perubahan nyata dalam pembangunan perdesaan.



