Ilmuwan NASA Temukan Galaksi Baru, Singkap Sejarah Awal Bimasakti

SiarKota.Com | Amerika Serikat—Tim astronom Wellesley College menemukan galaksi baru yang diberi nama Kilauan Kunang-Kunang (Firefly Sparkle). Galaksi ini memberikan gambaran sekilas tentang masa-masa awal alam semesta.

Galaksi yang baru saja ditemukan ini, dengan gugus bintang yang berkilauan menyerupai kunang-kunang yang berpendar, memberikan gambaran seperti apa Bimasakti pada masa-masa awal pembentukannya.

Tim astronom Wellesley College menemukan Galaksi Kilauan Kunang-Kunang ini menggunakan Teleskop Antariksa James Webb milik NASA. Mereka mengungkapkan temuan ini dalam jurnal Nature terbitan Desember 2024.

Teleskop Antariksa James Webb menggunakan efek pembiasan gravitasi. Efek ini bertindak sebagai kaca pembesar alami hingga 26 kali lipat, sehingga para astronom bisa melihat detail-detail yang tadinya tersembunyi. 

Galaksi Kilauan Kunang-Kunang terbentuk sekitar 600 juta tahun setelah Dentuman Besar (Big Bang). Bandingkan dengan usia Galaksi Bimasakti yang sudah mencapai 13,6 miliar tahun dan usia Alam Semesta yang sudah mencapai 13,8 miliar tahun.

Galaksi Kilauan Kunang-Kunang ini terdiri atas 10 gugus bintang yang padat. Delapan gugus berada di bagian tengah galaksi, sedangkan dua gugus bintang lainnya berada di pinggir galaksi. Diameter Galaksi Kilauan Kunang-Kunang membentang sekitar 1.000 tahun cahaya, sangat kontras dengan ukuran Bimasakti yang mencapai 100.000 tahun cahaya.

Para peneliti memperkirakan massa Galaksi Kilauan Kunang-Kunang setara dengan 10 juta matahari. Di sekelilingnya terdapat dua galaksi yang lebih kecil, yang diberi nama Kunang-Kunang Satu (Firefly-Best Friend) dan Kunang-Kunang Dua (Firefly-New Best Friend). Bandingkan dengan massa Galaksi Bimasakti yang mencapai satu triliun matahari.

Astronom Wellesley College Lamiya Mowla mengatakan bahwa penemuan ini sangat penting karena massa Galaksi Kilauan Kunang-Kunang ini sama dengan massa Galaksi Bimasakti saat berusia 600 tahun. 

“Sebagai astronom yang mempelajari evolusi struktural objek-objek astronomi di alam semesta, saya ingin memahami bagaimana bintang-bintang, gugus bintang, galaksi, dan gugus galaksi terbentuk di alam semesta yang masih bayi, serta bagaimana semua itu berubah seiring bertambahnya usia alam semesta,” kata Mowla.

Warna-warna Galaksi Kilauan Kunang-Kunang mengungkapkan sejarah yang dinamis. Warna biru mengindikasikan bintang-bintang yang lebih muda dan lebih panas, sedangkan warna merah mengindikasikan bintang-bintang yang lebih tua dan lebih dingin. Mengamati galaksi-galaksi seperti itu mengungkapkan masa fajar kosmik, yaitu masa ketika galaksi-galaksi pertama terbentuk sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu.

Kemampuan Teleskop James Webb mengintip masa yang sangat jauh ini menyoroti pentingnya mempelajari galaksi-galaksi kecil dan kuno. Penemuan Galaksi Kilauan Kunang-Kunang ini tidak hanya mengungkap sejarah awal alam semesta, tetapi juga memperdalam pemahaman kita tentang bagaimana galaksi-galaksi seperti Bimasakti berevolusi selama miliaran tahun.

IKLAN BAWAH

spot_img

SIAR IKLAN

Layanan IklanPresiden Suharto

SIAR TERKENAL

SIAR TERKAIT