Mati Suri: Strategi Makhluk Hidup Zaman Purba dalam Bertahan Hidup

SiarKota.Com | Artikel Ilmiah—Bumi purba merupakan tempat yang ekstrem. Asteroid menghantam permukaannya. Gunung berapi memuntahkan lava dan karbon dioksida. Atmosfer yang pekat membuat Bumi kekurangan oksigen. Namun, dalam kekacauan ini, kehidupan muncul.

Para ilmuwan masih bertanya-tanya bagaimana kehidupan pertama kali muncul dan bertahan? Jawaban atas pertanyaan ini telah dipublikasikan Kevin D. Webster dalam Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences.

Kevin D. Webster dalam karya ilmiahnya yang berjudul “Mati Suri: Asal-usul, Evolusi, dan Strategi Bertahan Hidup di Bumi” menyatakan bahwa prekursor kimiawi kehidupan dapat mengatasi kondisi yang keras seperti itu melalui fenomena yang dikenal dengan istilah mati suri.

“Saya sangat tertarik dengan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan asal mula kehidupan,” kata Webster, ilmuwan peneliti madya dari Planetary Science Institute.

“Kolaborator saya, Jay Lennon dari Universitas Indiana, sangat tertarik dengan mati suri. Suatu hari kami berbincang-bincang. Dia bertanya apakah menurut saya mati suri itu lebih tua daripada kehidupan. Saya jawab, saya hampir yakin iya. Itulah yang mendorong lahirnya tulisan ini.”

Organisme menggunakan mati suri untuk mengurangi risiko kematian dengan melindungi diri mereka sendiri dari kondisi yang tidak menguntungkan dan menghidupkan diri mereka kembali setelah kondisi yang menguntungkan kembali.

“Jika Anda aktif, tetapi tidak ada makanan karena sungai mengering, misalnya, Anda akan mati,” kata Webster. “Namun, jika Anda mampu bertahan dalam kondisi yang sangat kering saat tidak aktif, Anda bisa kembali beraktivitas segera setelah ada air lagi dan hidup untuk mewariskan informasi genetik Anda.”

Webster dan Lennon menggali catatan fosil dan menyisir pohon kehidupan untuk menemukan bahwa mati suri telah digunakan berbagai macam organisme sepanjang sejarah Bumi, termasuk saat ini.

“Dengan mengurangi tingkat kematian di bawah kondisi suboptimal, mati suri akan mengurangi kemungkinan terjadinya kepunahan lokal dan global. Selain itu, mati suri menciptakan ‘bank benih’ individu yang tidak aktif,” kata Webster, yang berarti kehidupan tidak perlu berulang kali dimulai kembali selama masa muda Bumi yang penuh gejolak.

Beberapa molekul, melalui berbagai proses dapat beralih antara keadaan mati suri (nonaktif) dan keadaan hidup (aktif). Peralihan di antara kondisi-kondisi ini dapat terjadi seiring perubahan lingkungan, seperti suhu atau ketersediaan molekul lain.

Sebagai contoh, DNA—molekul yang mengandung informasi genetik—terdiri dari dua untai yang dipilin menjadi satu yang dapat merespons perubahan suhu. Suhu yang tinggi dapat menyebabkan dua untai terpisah dan suhu yang lebih rendah dapat menyebabkan dua untai yang terpisah bergabung kembali secara spontan.

DNA juga dapat membungkus dirinya sendiri di sekitar protein yang disebut histon untuk mengunci kode genetik dengan aman dan kemudian membuka diri ketika kondisinya mendukung replikasi.

“Kami menyatakan bahwa molekul-molekul dapat melakukan pengaturan biologis tersebut. Di Bumi purba, kita mungkin mendapatkan beberapa perilaku ini terjadi sebelum asal mula kehidupan,” kata Webster.

Dalam penelitian selanjutnya, Webster ingin menguji ide-ide ini melalui pemodelan. Secara khusus, dia ingin menguji bagaimana mati suri dapat memengaruhi stabilitas reaksi kimia dalam lingkungan yang yang mengalami perubahan.

Selain itu, fenomena mati suri juga bisa menjelaskan bagaimana kehidupan menyebar di planet ini. Sebagai contoh, jika kehidupan pertama kali berkembang di sumber air panas pedalaman yang terisolasi, mati suri dapat membantunya menyebar di luar oasis aslinya. 

Memahami bagaimana kehidupan bermula, menyebar, dan bertahan di Bumi juga dapat menjelaskan bagaimana kehidupan mungkin berasal dari tempat lain.

“Bagaimana kehidupan bertransisi dari kondisi yang tidak hidup ke kondisi hidup? Saya terpesona dengan pertanyaan itu karena pertanyaan itu juga bisa memberi informasi tentang kehidupan di dunia purba,” kata Webster. “Pertanyaan ini bisa memberi tahu kita tentang proses yang harus dilalui sebuah planet agar bisa terbentuk kehidupan.”

IKLAN BAWAH

spot_img

SIAR IKLAN

Layanan IklanPresiden Suharto

SIAR TERKENAL

SIAR TERKAIT