SiarKota.Com | Artikel Ilmiah—Penelitian terhadap sekitar 280.000 orang menunjukkan bahwa gaya hidup sehat, seperti rutin berolahraga, cukup tidur, dan sering bersosialisasi bisa menurunkan risiko depresi hingga 57 persen dibandingkan mereka yang tidak menjalankan kebiasaan ini.
Orang yang menjalani gaya hidup sehat punya risiko terkena depresi setengah lebih kecil dibandingkan yang tidak. Ini artinya, perubahan kebiasaan sehari-hari, seperti rutin berolahraga dan sering bersosialisasi, bisa membantu mencegah depresi.
Barbara Sahakian dari Universitas Cambridge dan timnya menganalisis data sekitar 280.000 orang dewasa di Inggris. Data tersebut mencakup kebiasaan berolahraga, tidur, dan bersosialisasi. Warga Inggris yang menjadi objek penelitian mengisi kuesioner gaya hidup mereka mulai dari tahun 2006 hingga 2010 serta memberi izin kepada peneliti untuk mengakses catatan kesehatan mereka.
Setelah 13 tahun mereka mengisi kuesioner, sekitar 12.916 peserta didiagnosis menderita depresi. Gaya hidup sehat terbukti mencegah mereka terkena depresi, yaitu: cukup tidur, rutin berolahraga, dan sering bersosialisasi.
Peneliti mengelompokkan peserta berdasarkan kebiasaan hidup mereka. Orang yang menjalani tiga kebiasaan sehat ini berisiko 57 persen lebih rendah terkena depresi dibandingkan mereka yang hanya menjalani satu kebiasaan. Tidur cukup, rutin berolahraga, dan sering bersosialisasi menunjukkan pengaruh terbesar dalam mengurangi risiko depresi.
Pemindaian otak beberapa peserta juga menemukan hubungan antara kebiasaan hidup sehat dan volume otak yang lebih besar pada area yang memengaruhi suasana hati, seperti hipokampus dan korteks prefrontal. Sahakian mengatakan bahwa gaya hidup sehat dapat memengaruhi biologi otak, yang mungkin menjelaskan mengapa risiko depresi berkurang.



