Pelaksanaan Peluncuran dan Pelepasan Tim
SiarKota.Com | Makassar—Universitas Hasanuddin resmi melepas empat tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2026. Pelepasan tersebut berlangsung dalam kegiatan peluncuran (kick-off) dan penandatanganan kontrak.
Acara tersebut diadakan pada hari Senin (1/6/2026) di Arsjad Rasjid Lecture Theater. Kegiatan peluncuran ini menandai awal pelaksanaan pengabdian masyarakat pada berbagai desa di wilayah Sulawesi Selatan.
Satu dari empat tim tersebut adalah Tim Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin. Mereka kembali mendapat kepercayaan pada program tersebut. Lolosnya tim UKM KPI menjadi pencapaian ketiga secara berturut-turut dalam meraih pendanaan PPK Ormawa sejak tahun 2024.
Program Inovatif di Desa Kajaolaliddong
Tim UKM KPI mengusung program bertajuk “Mannennungeng: Smart Hydro Loop” pada tahun ini. Para mahasiswa akan melaksanakan program tersebut di Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone.
Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) menandatangani kontrak pendanaan bersama para ketua tim. Dalam kesempatan tersebut Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Universitas Hasanuddin 2026 Fadel Muhammad S. turut menandatangani kontrak. Penandatanganan kontrak tersebut mengikat komitmen para peserta untuk melaksanakan program secara langsung di lapangan.
Harapan dan Target Keberlanjutan Program
Direktur Belmawa Universitas Hasanuddin Abdullah Sanusi, S.E., M.B.A., Ph.D. memberikan sambutan pada kegiatan peluncuran tersebut. Beliau menekankan pentingnya keberlanjutan program serta pendampingan masyarakat setelah kegiatan selesai.
“PPK Ormawa adalah wadah mahasiswa belajar menjadi agen perubahan. Saya berharap setiap tim tidak hanya menjalankan program, tetapi juga meninggalkan warisan yang terus hidup di desa,” ujar Abdullah.
Ketua Umum UKM KPI Universitas Hasanuddin Aydil Fitra Mulya turut mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tim mahasiswa.
“Peluncuran hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi awal dari tanggung jawab besar. UKM KPI telah tiga tahun berturut-turut menjalankan PPK Ormawa. Karena itu, kami siap memberikan yang terbaik untuk masyarakat Desa Kajaolaliddong,” ungkap Aydil.
Fadel Muhammad S. menambahkan bahwa Program Mannennungeng lahir dari hasil diskusi bersama warga setempat. Program pengabdian masyarakat tersebut akan dijalankan dengan pendekatan teknologi ramah lingkungan.
“Target kami jelas, yaitu meningkatkan produktivitas padi dari 3 ton menjadi 5 ton per hektare, menghemat air hingga 25 persen, serta mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen. Penandatanganan kontrak hari ini menjadi bukti komitmen kami untuk mewujudkan pertanian cerdas yang berkelanjutan,” jelas Fadel.
Dukungan Universitas dan Keberangkatan Tim
Dosen pendamping tim, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., menyoroti dukungan penuh dari pihak universitas. Dukungan melalui skema desa binaan tersebut menjadi kunci utama bagi keberlanjutan program mahasiswa.
“UKM KPI telah membuktikan konsistensinya. Kami optimis program ini akan meninggalkan warisan nyata bagi petani di Bone,” tutur Adnan.
Setelah penandatanganan kontrak dan upacara pelepasan selesai, seluruh peserta akan langsung menuju ke lokasi pengabdian masing-masing. Selain itu, para mahasiswa akan melaksanakan program pengabdian tersebut mulai bulan Juni hingga September 2026.
Para pejabat universitas, dosen pendamping, serta seluruh anggota tim PPK Ormawa Universitas Hasanuddin turut hadir memeriahkan acara peluncuran tersebut. Kehadiran para tamu undangan menunjukkan dukungan penuh terhadap kelancaran program kemahasiswaan pada tahun ini.



